Lencana Facebook

Sabtu, 11 April 2015

CARA MEMBUAT TAS DARI DAUN MANGGA

TAS DARI DAUN MANGGA
Hasil gambar untuk tas dari daun mangga
Bahan dan Alat Kerajinan daun Mangga


-Daun mangga

-Kompor
-Baskom/ember plastilk
-Panci
-Gayung air
-Pengaduk/sendok makan
-Peralatan jahit
-Alat tulis dan penggaris
-Kuas
-Setrika
-Lem panas/tembak
-Sikat
-Tang mata ayam
-Tang jepit
-Jangka
-Air bersih
-Soda api (natrium hidroksida)
-Kaporit
-Hypochlorit
-Resin
-Vernish
-Pewarna
-Thinner
-Kancing rekat
-Daun resleting
-Pernak-pernik
-Cermin
-Cincin tali tas
-Mata ayam
-Busa ati
-Plastik




Pemasakan/Perebusan
Daun-daun mangga tua yang berserakan, apalagi yang benar-benar kering tidak bisa dibentuk karena mudah robek dan mudah patah di bagian tulang tengah daunnya. Supaya bisa dibentuk, harus dimasak dengan bantuan sedikit bahan kimia (untuk menghilangkan zat hijau daun yang tersisa). Langkah-langkahnya sebagai berikut :
1.         Masukkan air bersih beberapa gayung ke dalam panci, tambahkan soda api. Setiap satu gayung air, masukkan dua sendok makan soda api.
2.         Aduk memakai sendok sebentar, lalu masukkan kumpulan daun kering. Masukkan daun dengan cara ditekuk mengikuti bentuk panci agar memuat daun lebih banyak.
3.         Masak di atas api kompor dengan nyala sedang. Perlahan air rebusan berubah warna menjadi kecokelatan. Tenggelamkan daun yang mengambang memakai sendok. Masak sampai air mendidih sambil sesekali menenggelamkan daun yang tidak terendam. Kerjakan secara hati-hati agar daun tidak sobek.
4.         Angkat panci setelah daun layu dan berubah warna menjadi cokelat pekat. Biarkan rebusan daun sampai dingin.

Pengerjaan Dasar
Sebelum membuat pola yang diinginkan, beberapa tahap dasar yang harus dikerjakan sebagai berikut.
1.         Rebus daun dengan larutan soda api, angkat, dan biarkan hingga dingin
2.         Rendam dalam air bersih lalu rendam lagi dalam larutan kaporit.
3.         Cuci bersih kotoran yang masih melekat atau serbuk kaporit yang menempel pada daun.
4.         Rendam dalam larutan hypochlorit sompai berwarnaputih bersih.
5.         Rendam dalam air bersih untuk menghilangkan laruton hypochlorit pada daun. Angin-anginkan sampai kering.
6.         Susun daun membentuk lembaran sesuai kebutuhan

Pemutihan
Ada tiga bahan kimia yang digunakan dalam pemutihan, Anda boleh memilih salah satu atau ketiganya. Langkah-langkahnya sebagai berikut.
1.         Buang rebusan air hasil pemasakan daun.
2.         Siapkan air bersih dalam baskom atau ember.
3.         Masukkan lembaran daun ke dalam ember berisi air bersih. Diamkan selama 30-60 menit agar cairan.bekas rebusan yang terasa licin pada daun larut bersama air bersih.
4.         Buang air rendaman yang berwarna cokelat, ulangi sekali lagi. Bila perlu, rendam sampai bersih karena semakin bersih akan mempercepat jalannya pemutihan.
5.         Siapkan wadah berisi air bersih, tambahkan serbuk kaporit. Perbandingannya, setiap 2 gayung air ditambah 1 sendok makan serbuk kaporit. Aduk sampai larut.
6.         Masukkan daun ke dalam larutan kaporit sampai benar-benar terendam. Lamanya pemutihan 6-12jam.

Pengerjaan Dasar

Tahap-tahap pembuatan kerajinan,dari daun mangga sebagai berikut.
Pengumpulan Daun

Hal-hal yang harus diperhatikan sebagai berikut :
1. Hanya menggunakan daun yang berguguran di tanah.
2. Pilihlah daun yang benar-benar kering, ditandai dengan warna kuning sampai cokelat tua.
3. Pilihlah daun yang masih bagus, tidak sobek, atau berlubang di bagian tengah dan pinggirannya.
4. Kumpulkan daun sebanyak yang anda butuhkan.

Pembersihan Awal
Daun-daun yang dikumpulkan sebaiknya tidak langsung diolah, bersihkan dahulu dengan cara berikut.
1.         Pisahkan daun menjadi dua bagian, yang bersih dan yang kotor.
2.         Rendam kumpulan daun kotor dalam ember berisi air bersih beberapa saat agar kotoran yang melekat mudah dibersihkan.
3.         Bersihkan lembaran daun kotor dari tanah dan noda-noda hitam yang melekat memakai ibu jari tangan. Pembersihan ini penting karena ketika tahap pemutihan, noda-noda akan terlihat jelas dan lebih sulit dibersihkan.
4.         Setelah dibersihkan, daun bisa langsung dimasak atau digunting untuk membuang tulang tengah daun. Langkah ini tergantung pada barang yang akan dibuat.

Pembersihan Akhir
Setelah perendaman dengan larutan kaporit, daun harus dibersihkan sekali lagi agar hasilnya lebih bagus. Noda-noda hitam yang terlewat pada pembersihan sebelum perebusan akan terlihat. Langkah-langkahnya sebagai berikut.
1.         Siapkan dua wadah berisi air bersih.
2.         Ambil satu helai daun dari rendaman kaporit, celupkan ke dalam salah satu wadah air bersih untuk melepas serbuk kaporit yang menempel.
3.         Masukkan ke dalam wadah berisi air bersih berikutnya sambil membersihkan noda-noda hitam dan serbuk kaporit yang masih melekat pada semua bagian daun mangga dengan memakai ibujari dan telunjuk. Lakukan hingga helaian daun tidak terasa licin, hati-hati jangan sampai merobek daun.
4.         Ulangi langkah 2 dan 3 pada semua helai daun.
5.         Pembersihan atau tepatnya perendaman dengan air bersih juga harus dilakukan setelah pernutihan menggunakan pemutih cair. Caranya, masukkan helai demi helai daun ke dalam air bersih, diarnkan beberapa saat sekitar 5-10 menit agar cairan kimia yang melekat larut, lalu buang airnya.

Pengeringan
Pengeringan sebaiknya dengan cara diangin-anginkan saja,jangan terkena sinar matahari secara langsung. Langkah-langkahnya sebagai berikut.
1.         Letakkan setiap helai daun pada permukaan yang cukup luas dan bersih selama sekitar 2 jam.
2.         Daun yang mengering bentuknya akan terlihat menggulung atau melengkung.
3.         Setrika daun yang menggulung supaya rapi, sebaiknya disetrika pada satu permukaan saja (bagian atas).
4.         Pengeringan bisa dilakukan pada malam hari supaya helaian daun

Perekatan dan Pelapisan Luar
Helaian daun disusun dan direkatkan satu sama lain memakai lem putih hingga membentuk lembaran yang nantinya bisa dipola dan digunting sesuai keinginan. Langkah-langkahnya sebagai berikut.
1          .Pilih helaian daun yang ukuran panjangnya sama.
2.         Baluri sebagian lembaran daun dengan lem putih mernakai kuas lukis no.12.
3.         Ambil selembar daun lalu rekatkan satu sama lain.
4.         Kerjakan untuk daun-daun berikutnya sehingga membentuk sebuah lembaran dengan tampilan seragam. Semua permukaan bagian atas daun menghadap ke arah Anda.
5.         Diamkan lembaran sampai lemnya benar-benar kering.
6.         Setrika lembaran dengan cara ditekan, bukan digosok, supaya setiap sambungan rapat dan lembaran menjadi rapi.
7.         Gunting setiap sisi lembaran hingga membentuk persegi yang rapi pada masing-masing pinggirannya.
8.         Baluri kembali permukaan lembaran daun bagian atas dengan lem putih agar lembaran daun menjadi kuat dan lentur.
9.         Diamkan lembaran sampai lemnya benar-benar kering dan setrika kembali (dengan cara ditekan-tekan). Lembaran siap dipola.

Pewarnaan
Lembaran warna daun hasil pemutihan nampak indah dan guratan tulang daun sangat unik sehingga warna putih polos berkesan alami. Jika Anda suka, lembaran daun bisa diwarnai sesuai dengan selera. Ada beberapa jenis pewarna yang bisa Anda coba. Langkah-langkahnya sebagai berikut.
1.         Bila menggunakan cat sablon, campurkan pewarna dengan lem putih sampai tercampur sempurna. Balurkan pada lembaran daun (langkah perekatan no.8).
2.         Jika menggunakan pewarna kain (wantex), rebus setelah daun dibersihkan. Biarkan dingin, cuci, lalu keringkan.

Setelah pelapisan dengan lem putih, lembaran polos dan berwarna bisa langsung dibuat pola. Namun, untuk barang yang berpeluang sering dipegang, disarankan dilapisi kembali dengan cat semprot kaleng warna bening agar tahan air.
Daun mangga kering yang dikumpulkan tersebut terlebih dahulu dibersihkan. Daun kering tersebut kemudian direbus bersama campuran zat kimia untuk menghilangkan zat klorofil dan agar tidak mudah robek. Setelah satu hingga dua jam perebusan, daun-daun tersebut diangin-anginkan dan disetrika. “Kemudian daun-daun tersebut direkatkan dengan lem kayu sesuai dengan pola produk yang ingin dihasilkan. Setelah itu dilapisi lem lagi.


PERANG DUNIA II

Perang Dunia II
1. Lahirnya Negara-negara Fasis
            Situasi Eropa menjelang Perang Dunia II tidak jauh berbeda dengan situasi menjelang Perang Dunia I. Suasana diliputi ketegangan dan keinginan balas dendam, terutama negara-negara yang kalah perang. Mereka dirugikan oleh perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh blok Sekutu. Pada umumnya negara-negara yang terlibat perang mengalami kehancuran ekonomi. Untuk itu mereka berusaha bangkit dengan cara yang diktator dan mengembangkan paham ultranasionalisme. Dari paham ultranasionalisme tersebut lahir negara-negara fasis. Negara-negara fasis yang muncul yaitu Jerman, Italia, dan Jepang.
a. Fasisme di Jerman            Dalam Perang Dunia I Jerman mengalami kekalahan dan penderitaan yang hebat. Namun, di bawah kepemimpinan Adolf Hittler Jerman mulai bangkit. Melalui Partai Nazi, Adolf Hittler membangun Jerman kembali. Jerman menganut paham Chauvinisme yaitu paham yang menganggap dirinya lebih unggul dari ras lainnya. Selain itu juga menganut totaliterisme yaitu paham yang melaksanakan prinsip bahwa semua diutus oleh negara. Rakyat tidak memiliki kebebasan.
Berikut ini beberapa tindakan yang dilakukan Hittler untuk mewujudkan kejayaan Jerman :
1) Menolak isi Perjanjian Versailes.
2) Membangun angkatan perang yang kuat.
3) Mengobarkan semangat anti-Yahudi dengan membunuh dan mengusir orang-orang Yahudi.
4) Membangun hubungan kerja sama politik dan militer dengan Jepang dan Italia (Poros Roberto).
5) Membentuk polisi rahasia yang disebut Gestapo.
Seiring dengan perkembangan yang dialaminya, Jerman mulai berani melakukan politik ekspansi kembali. Jerman melaksanakan politik Lebensraum (ruang untuk hidup) yaitu gagasan perluasan wilayah melalui perang. Misalnya dengan menduduki Austria dan Cekoslovakia.

b . Fasisme di Italia            Italia adalah salah satu negara pemenang dalam Perang Dunia I. Meskipun menang, Italian merasa kecewa sebab tuntutannya dalam Perjanjian Versailes tidak terpenuhi. Karena kekecewaannya tersebut, Italia mulai bangkit di bawah pimpinan Benito Mussolini . Italia berkembang menjadi negara fasis.
Berikut ini usaha-usaha Benito Mussolini untuk mengembangkan fasisme di Italia:
1) Mengobarkan semangat Italia Irredenta untuk mempersatukan seluruh bangsa Italia.
2) Memperkuat angkatan perang.
3) Menguasai seluruh Laut Tengah sebagai Mare Nostrum atau Laut Kita.
4) Menduduki Ethiopia dan Albania.

c . Fasisme di Jepang
            Munculnya fasisme Jepang tidak dapat dipisahkan dari Restorasi Meiji. Berkat Restorasi Meiji, Jepang berkembang menjadi negara industri yang kuat. Majunya industri tersebut membawa Jepang menjadi negara imperialis. Jepang menjadi negara fasis dan menganut Hakko I Chiu. Fasisme di Jepang dipelopori oleh Perdana Menteri Tanaka, masa pemerintahan Kaisar Hirohito dan dikembangkan oleh Perdana Menteri Hideki Tojo.
Untuk memperkuat kedudukannya sebagai negara fasis, Kaisar Hirohito melakukan beberapa hal berikut :
1) Mengagungkan semangat bushido.
2) Menyingkirkan tokoh-tokoh politik yang anti militer.
3) Melakukan perluasan wilayah ke negara-negara terdekat seperti Korea, Manchuria, dan Cina.
4) Memodernisasi angkatan perang.
5) Mengenalkan ajaran shinto Hakko I Chiu yaitu dunia sebagai satu keluarga yang dipimpin oleh Jepang.
Berkembangnya negara-negara fasis seperti Italia, Jerman, dan Jepang membuat situasi politik di kawasan Eropa semakin menghangat, dan diwarnai dengan ketegangan yang mendorong terjadinya Perang Dunia II.

B.   Latar Belakang Perang Dunia
1. Sebab-Sebab Umum Terjadinya Perang Dunia II
Penyebab umum terjadinya Perang Dunia II sebagai berikut :
a. Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam menciptakan perdamaian dunia.
LBB bukan lagi alat untuk mencapai tujuan, tetapi menjadi alat politik Negara Negara besar untuk mencari keuntungan. LBB tidak dapat berbuat apa-apa ketika negara-negara besar berbuat semaunya, misalnya pada tahun 1935 Italia melakukan serangan terhadap Ethiopia.
b. Negara – negara maju saling berlomba memperkuat militer dan persenjataannya. Dengan kegagalan LBB tersebut, dunia Barat terutama Jerman dan Italia mencurigai komunisme Rusia, tetapi kemudian Rusia mencurigai fasisme Italia dan nasional-sosialis Jerman. Oleh karena saling mencurigai akhirnya negaranegara tersebut memperkuat militer dan pesenjataannya.
c. Adanya politik aliansi (mencari kawan persekutuan).
Kekhawatiran akan adanya perang besar, maka negara-negara mencari kawan
dan muncullah dua blok besar yakni:
1. Blok Fasis terdiri atas Jerman, Italia, dan Jepang
2. Blok Sekutu terdiri atas:
a) Blok demokrasi yaitu Perancis, Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda.
b) Blok komunis yaitu Rusia,Polandia, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia,
Rumania, dan Cekoslovakia.
d. Adanya pertentangan-pertentangan akibat ekspansi.
Jerman mengumumkan “Lebensraum”nya (Jerman Raya) yang meliputi Eropa
Tengah dan Italia menginginkan Italia Irredenta (Italia Raya) yang meliputi
seluruh laut Tengah dan Abbesinea, serta Jepang mengumumkan Kemakmuran
Bersama di Asia Timur Raya. Ini berarti merupakan tantangan terhadap
imperialisme Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat.
e. Adanya pertentangan faham demokrasi, fasisme dan komunisme.
f. Adanya politik balas dendam (“Revanche Idea”) Jerman terhadap Perancis,
karena Jerman merasa dihina dengan Perjanjian Versailles.
2. Sebab Khusus Terjadinya Perang Dunia II
Di Eropa, sebab khusus terjadinya Perang Dunia II adalah serbuan Jerman ke Kota Danzig, Polandia pada tanggal 1 September 1939. Polandia merupakan negara di bawah pengawasan Liga Bangsa-Bangsa. Hitler menuntut Danzig karena penduduknya adalah bangsa Jerman, tetapi Polandia menolak tuntutan itu. Pada tanggal 3 September 1939 negara-negara pendukung LBB terutama Inggris dan Perancis mengumumkan perang kepada Jerman, kemudian diikuti sekutu-sekutunya.
  1. C.    Kronologi dan Proses Terjadinya Perang Dunia II
  2. Proses Terjadinya Perang Dunia II
Gerakan invasi Jerman ke Polandia tanggal 1 September 1939 merupakan awal terjadinya perang dunia II di Eropa, kejadian ini membuat Inggirs dan Perancis menyatakan perang.
  • Sejak tahun 1939 – 1942 kemenangan berada di pihak negara-negara fasis, yaitu Jerman, Norwegia, Denmark pada bulan April 1940.
-    Jerman menduduki Polandia, Norwegia, Denmark pada bulan April 1940.
-    Pada akhir tahun 1941 Jerman dan Italia mendapat teman di Asia, yaitu Jepang yang    berusaha menguasai semua daratan pasifik di dalam kekuasaannya.
-  Jepang melakukan pengeboman terhadap pangkalan militer Amerika di Pearl Harbour Hawaii, tanggal 7 Desember 1941.
-   Sampai akhir tahun 1941, Jerman, Italia dan sekutunya dapat menguasai Polandia, Hongaria, Yugoslavia, Bulgaria, Denmark, Luxemburg, Belanda, dan Belgia.
  • Tahun 1942 adalah masa titik balik (the turning point), saat-saat kemenangan blok fasis berubah menjadi kekalahan dan sebaliknya.
-   Jerman pertama kalah terhadap Rusia pada pertempuran Stalingrad(November 1943).
-   Jepang pertama kali kalah dalam pertempuran dilaut karang (Mei 1942)
  • Antara tahun 1942 – 1945 kemenangan berada di pihak sekutu.
-    Tentara Rusia dapat mengalahkan Jerman dalam pertempuran di Stalingrad (November 1942).
-  Tentara Amerika serikat di bawah pimpinan Chester Von Nimitz dalam pertempuran laut karang dapat mengalahkan Jepang (Mei 1942).
-  Jenderal Eisen Howes (AS) menyerbu Italia dan menangkap Mussolini yang menyerah pada mei 1944.
-   Jenderal Zhukov (Rusia) menyerbu Polandia dan Balkan (Rumania – Bulgaria 1944), Hongaria (1945) menyerah menduduki Polandia dan menyerbu masuk ke Jerman Timur.
-   Pada tanggal 6 Juni 1944, Jenderal Eisenhower mendarat di daratan Normandia kemudian membebaskan Belgia (1944) terus menyerbu Jerman dari arah Timur.
-   Pada tanggal 7 Mei 1944, Jerman menyerah pada Rusia, Hitler bunuh diri, diganti oleh Doenitz yang segera menyerah delapan hari kemudian.
-    Setelah kekalahan Jepang dalam pertempuran laut karang (Mei 1942) oleh tentara Amerika, satu persatu daerah yang pernah diduduki Jepang dapat direbut kembali, seperti Filiphina (1944), Iwo Jima, Okinawa, Saipan (1945). Kekalahan Jepang sampai menyerah tanpa syarat kepada tentara Sekutu, yaitu setelah dibom atomnya kota Hiroshima (6 Agustus) danNagasaki (9 Agustus). Pada tanggal 14 agustus 1945, Kepang menyerah tanpa syarat kepada tentara sekutu. Konferensi Yalta dan konferensi Postdam mengakiri perang Dunia II
  1. 2.     Kronologi Perang Dunia II
     Perang Dunia II terjadi pada 1 September 1939 sampai 2 September 1945 yang melibatkan sebagian besar negara di dunia, termasuk semua kekuatan2 besar yang dibagi menjadi 2 aliansi militer yg berlawanan: Sekutu dan Poros. Perang ini merupakan perang terbesar sepanjang sejarah dengan lebih dr 100 juta personil. Lebih dari 70 juta orang, mayoritas warga sipil, tewas. Hal ini menjadikan Perang Dunia II sebagai konflik paling mematikan dalam sejarah manusia dikatakan bahwa peperangan dimulai saat Jerman menginvasi Polandia pada tanggal 1 September 1939. 
Awal terjadinya di asia pasifik :
-1937: Perang Sino-Jepang (jepang invasi k cina,sblum PD II)
            Dengan adanya tindakan Amerika Serikat dan negara lainnya yang memotong ekspor ke Jepang, maka Jepang merencanakan serangan terhadap Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 tanpa peringatan deklarasi perang; Hari berikutnya, pasukan Jepang tiba di Hong Kong, yang kemudian menyebabkan menyerahnya pasukan Inggris pada Hari Natal di bulan itu.
-1940: Jajahan Perancis Vichy            Pada 1940, Jepang menduduki Indocina Perancis (kini Vietnam) Aksi ini menguatkan konflik Jepang dengan Amerika Serikat dan Britania Raya yang bereaksi dengan memboikot kiriman minyak terhadap Jepang.
-1941: Pearl Harbor, A.S. turut serta dalam perang, invasi Jepang di Asia Tenggara
            Pada 7 Desember 1941, pesawat Jepang melaksanakan serangan udara kejutan terhadap Pearl Harbor, pangkalan angkatan laut AS terbesar di Pasifik. Bersamaan dengan serangan terhadap Pearl Harbor, Jepang juga menyerang pangkalan udara AS di Filipina. Setelah serangan ini, Jepang menginvasi Filipina dan koloni-koloni Inggris di Hong Kong, Malaya, Borneo dan Birma dengan maksud selanjutnya menguasai ladang minyak Hindia Belanda. Seluruh wilayah ini dan daerah yang lebih luas lagi, jatuh ke tangan Jepang dalam waktu beberapa bulan saja. 
-1942: Invasi Hindia-Belanda            Penyerbuan ke Hindia Belanda diawali dengan serangan Jepang ke Labuan, Brunei, Singapura, Semenanjung Malaya, Palembang, Tarakan dan Balikpapan yang merupakan daerah-daerah sumber minyak. Jepang sengaja mengambil taktik tersebut sebagai taktik gurita yang bertujuan mengisolasi kekuatan Hindia Belanda dan Sekutunya,
-1942: Laut Coral, Port Moresby, Midway, Guadalcanal            Pada Mei 1942, serangan laut terhadap Port Moresby, Papua Nugini digagalkan oleh pasukan Sekutu dalam Perang Laut Coral. Kalau saja penguasaan Port Moresby berhasil, Angkatan Laut Jepang dapat juga menyerang Australia.
-1945: Bom atom penyerahan Jepang dikota Nagasaki dan Hiroshima, berakhirlah Perang Dunia II di Asia Tenggara.
  1. D.   Pihak-pihak yang Berperang dalam Perang Dunia II
1. Medan eropa
            Awal perang dunia 2 di medan eropa adalah pada tanggal 1 september 1939 Jerman menyerang Polandia. Inggris dan Perancis mengumumkan perang kepada jerman. Pada tanggal 9 april 1940, jerman melakukan serangan ke utara  yaitu denmark dan norwegia  dan dapat diduduki jerman. Pada mei 1940 belanda dapat diduduki jerman sehingga ratu Wilhelmina  mengungsi ke inggris. 10 juni 1940 italia mengumumkan perang kepada perancis dan inggris.
Juni 1940 pasukan jerman bergerak menuju perancis dan dapat mendudukinya.
27 september 1940 jerman, jepang dan italia bersatu dalam perjanjian 3 negara.
22 juni 1941 jerman menyerang rusia, padahal 18 bulan sebelumnya jerman telah mengadakan perjanjian dengan uni soviet untuk tidak saling serang.
2. Medan afrika
            tentara jerman menyerbu balkan sampai kreta. Datangnya bantuan pasukan as membuat pertahanan jerman semakin rapuh. Sejak 19 november 1942 jerman kalah melawan rusia. Kemudian rusia menyerbu polandia dan balkan. Hongaria menyerah pada 13 februari 1945. 30 april 1945 hilter bunuh diri. 7 mei 1945 jerman menyerah tanpa syarat terhadap sekutu di reims, perancis.
3. Medan asia pasifik
            perang di medan asia pasifik diawali dengan penyerbuan pangkalan armada laut as di pearl harbour, hawai pada 7 desember 1941. Menewaskan kurang lebih 2330 tentara As 100 orang sipil dan menghancurkan peralatan perang amerika serikat. Jepang kemudian menyerbu negara negara asia tenggara dan menduduki muangthai, birma(nyanmar), malaysia, dan hindia belanda(nama indonesia saat itu). Untuk membalas serangan jepang. Sekutu menyerang dari pulau satu ke pulau lain. Stratedi ini dipimpin jendral dauglas mac arthur dan laksamana chester nimitz. Tentara jepang di laut karang dan midway dihancurkan sekutu. Amerika berhasil merebut filipina(22 oktober 1944), iwo jima(17 maret 1945), okinawa(21 juni 1945). Inggris menyerbu birma dan menghancurkan tentara jepang(30 april 1945). Walaupun demikian jepang belum menyerah. Pada 6 agustus 1945 dan 9 agustus 1945 hirosima dan nagasaki dijatuhi bom atom. Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal 14 agustus 1945. Dengan demikian berakhirlah perang dunia 2 karena jepang dan para pendukungnya menyerah.
  1. E.    Akibat Perang dari Dunia II
v  Bidang Politik
ü  Amerika Serikat dan Rusia (Uni Soviet) sebagai pemenang dalam Perang Dunia II tumbuh menjadi negara raksasa (adikuasa).
ü  Terjadinya perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang menimbulkan Perang Dingin.
ü  Nasionalisme di Asia berkobar dan timbul negara-negara baru
ü  Munculnya politik mencari kawan atau aliansi yang dibentuk berdasarkan kepentingan keamanan bersama
ü  Munculnya politik memecah belah Negara
v  Bidang Ekonomi
ü  Amerika Serikat menjadi pusat kekayaan dan kreditur dari seluruh dunia dan menanam modalnya ke hampir seluruh dunia dengan melaksanakan beberapa program.
ü  Perekonomian dunia terbagi atas perekonomian liberal, sistem ekonomi komando, dan sistem ekonomi campuran. Sistem ekonomi liberal berlaku di negara-negara kapitalis, sistem ekonomi komando berlaku di negara-negara komunis, dan sistem ekonomi campuran berlaku di negara-negara yang baru merdeka.
v  Bidang Sosial
ü  Timbul inisiatif untuk mendirikan lembaga internasional yang yang memiliki wibawa dalam memelihara perdamaian dunia. Inisiatif itu datang dari Franklin Delano Roosevelt (AS) yang diteruskan penggantinya Harry S. Truman, Winston Churchill (Inggris), dan Joseph Stalin (Uni Soviet). Inisiatif itu terlaksana dengan berdirinya United Nations atau PBB.
ü  PBB membentuk UNRRA (United Nations Relief Rehabilitation Administration)
v  Bidang Kerohanian
ü  Pada tanggal 24 Oktober 1945 didirikan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Organization (UNO). Lembaga ini diharapkan dapat menjaga perdamaian dunia.
1)  Kesimpulan
            Perang Dunia II terjadi antara Blok Sentral dengan Blok Sekutu tahun 1939-1945, yang diakhiri menyerahnya jepang kepada sekutu, perang yang sangat banyak menelan korban jiwa maupun harta ini sungguh tragis, karena berjuta-juta nyawa tak berdosa menjadi korban.
2)  Saran 
            Perang Dunia II memakan jutaan korban jiwa dan mengubah dunia, lebih baik jika kita mengambil hikmah dari peristiwa ini dan selalu menjaga kedamaian antar sesama agar peristiwa ini tidak terulang lagi


JENIS-JENIS ULOS DAN FUNGSINYA

Ulos Batak di kenal sebagai jati diri orang Batak sesuai dengan Budaya dan Adatnya. Suku Batak sering menyebut dirinya sebagai “Bangso” Batak. Hal tersebut sesuai dengan sejarah yang melekat pada suku tersebut. Dahulu suku Batak sudah memiliki Kerajaan sendiri, hal tersebut di tandai dengan eksitensinya sebaga suku yang telah “Mardebata Mulajadi Nabolon” (pencipta yang maha besar), memiliki Surat Aksara Batak, dan sudah pernah memiliki Uang tukar yakni Ringgit Batak (Ringgit Sitio Suara), uning-uningan na marragam (musik yang beraneka ragam), memiliki Budaya Adat, dan mempunyai Hukum adat tersendiri. 
Salah satu hasil karya seni masyarakat etnis Batak Toba adalah “Ulos”. Hasil karya yang penuh dengan nilai-nilai estetika dan sekaligus sebagai bagian dari hakekat dan keberadaan masyarakat suku itu sendiri. Sebagai sebuah hasil karya yang telah memiliki makna yang tinggi, ulos telah menjadi bagian dari sebuah identitas yang memiliki nilai kultur yang tinggi serta mengandung makna ekonomi dan juga makna sosial. Oleh karena itu peredaran ulos ini tidak akan berjalan dengan sembarangan tanpa mempedomani makna dan nilai yang telah ditetapkan berdasarkan aturan dan norma-norma adat yang telah disepakati. Artinya “Ulos” sesuai dengan jenis dan maknanya akan di berikan dan di terima oleh orang yang telah tepat berdasarkan norma dan aturan-aturan yang telah ada dengan mempedomani Falsafah adat Batak “Dalihan Natolu”.
Sebagai sebuah simbol, maka fungsi dan kedudukan seseorang dalam pelaksanaan acara adat Batak Toba akan di ketahui melalui “Ulos” yang di pakai, di terima, dan yang di berikan sesuai dengan ragam dan jenisnya.Jenis dan Fungsi Ulos Batak berdasarkan makna yang terkandung di dalamnya adalah sebagai berikut :
1.   Ulos Antak-Antak
Ulos ini dipakai sebagai selendang orang tua untuk melayat orang yang meninggal, selain itu ulos tersebut juga dipakai sebagai kain yang dililit pada waktu acara manortor (menari).



2.   Ulos Bolean
Ulos ini biasanya di pakai sebagai selendang pada acara-acara kedukaan.
3.   Ulos Mangiring
Ulos ini dipakai sebagai selendang, tali-tali, juga Ulos ini diberikan kepada anak cucu yang baru lahir terutama anak pertama yang memiliki maksud dan tujuan sekaligus sebagai Simbol besarnya keinginan agar si anak yang lahir baru kelak diiringi kelahiran anak yang seterusnya, Ulos ini juga dapat dipergunakan sebagai Parompa (alat gendong) untuk anak.







4.   Ulos Padang Ursa dan Ulos Pinan Lobu-lobu
Di pakai sebagai Tali-tali dan Selendang.



















5 Ulos Pinuncaan
Ulos ini terdiri dari lima bagian yang ditenun secara terpisah yang kemudian disatukan dengan rapi hingga menjadi bentuk satu ulos. Kegunaannya antara lain:
1.    Di pakai dalam berbagai keperluan acara-acara duka cita maupun suka cita, dalam   acara adat ulos ini dipakai/ di sandang oleh Raja-Raja Adat.
2.   Di pakai oleh Rakyat Biasa selama memenuhi beberapa pedoman misalnya, pada pesta perkawinan atau upacara adat di pakai oleh suhut sihabolonon/ Hasuhuton (tuan rumah).
3.    Kemudian pada waktu pesta besar dalam acara marpaniaran (kelompok istri dari golongan hula-hula), ulos ini juga di pakai/ di lilit sebagai kain/ hohop-hohop oleh keluarga hasuhuton (tuan rumah).
4.    Ulos ini juga berfungsi sebagai Ulos Passamot pada acara Perkawinan. Ulos Passamot di berikan oleh Orang tua pengantin perempuan (Hula-hula) kepada ke dua orang tua pengantin dari pihak laki-laki (pangoli). Sebagai pertanda bahwa mereka telah sah menjadi saudara dekat.
6.   Ulos Ragi Hotang
Ulos ini di berikan kepada sepasang pengantin yang sedang melaksanakan pesta adat yang di sebut dengan nama Ulos Hela. Pemberian ulos Hela memiliki makna bahwa orang tua pengantin perempuan telah menyetujui putrinya di persunting atau diperistri oleh laki-laki yang telah di sebut sebagai “Hela” (menantu). Pemberian ulos ini selalu di sertai dengan memberikan mandar Hela (Sarung Menantu) yang menunjukkan bahwa laki-laki tersebut tidak boleh lagi berperilaku layaknya seorang laki-laki lajang tetapi harus berperilaku sebagai orang tua. Dan sarung tersebut di pakai dan di bawa untuk kegiatan-kegiatan adat.
 7.   Ulos Ragi Huting

Ulos ini sekarang sudah Jarang di pakai, konon pada jaman dulu sebelum Indonesia merdeka, anak perempuan (gadis-gadis) memakai Ulos Ragi Huting ini sebagai pakaian sehari-hari yang dililitkan di dada (Hoba-hoba) yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah seorang putri (gadis perawan) batak Toba yang ber-adat.
8.   Ulos Sibolang Rasta Pamontari

Ulos ini di pakai untuk keperluan duka dan suka cita, tetapi pada jaman sekarang, Ulos Sibolang bisa dikatakan sebagai simbol duka cita, yang di pakai sebagai Ulos Saput (orang dewasa yang meninggal tapi belum punya cucu) dan di pakai juga sebagai Ulos Tujung untuk Janda dan Duda dengan kata lain kepada laki-laki yang ditinggal mati oleh istri dan kepada perempuan yang di tinggal mati oleh suaminya. Apabila pada peristiwa duka cita Ulos ini dipergunakan maka hal itu menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah sebagai keluarga dekat dari orang yang meninggal.




9.   Ulos Si bunga Umbasang dan Ulos Simpar
Secara umum ulos ini hanya berfungsi dan di pakai sebagai Selendang bagi para ibu-ibu sewaktu mengikuti pelaksanaan segala jenis acara adat-istiadat yang kehadirannya sebatas undangan biasa yang di sebut sebagai Panoropi (yang meramaikan) .
10.   Ulos Sitolu Tuho
Ulos ini di fungsikan atau di pakai sebagai ikat kepala atau selendang.
11.   Ulos Suri-suri Ganjang
Ulos ini di pakai sebagai Hande-hande (selendang) pada waktu margondang (menari dengan alunanan musik Batak) dan juga di pergunakan oleh pihak Hula-hula (orang tua dari pihak istri) untuk manggabei (memberikan berkat) kepada pihak borunya (keturunannya) karena itu disebut juga Ulos gabe-gabe (berkat).
12.   Ulos Simarinjam sisi
Di pakai dan difungsikan sebagai kain dan juga di lengkapi dengan Ulos Pinunca yang di sandang dengan perlengkapan adat Batak sebagai Panjoloani (mendahului di depan). Yang memakai ulos ini adalah satu orang yang berada paling depan.
 13.   Ulos Ragi Pakko dan Ulos Harangan

Pada zaman dahulu di pakai sebagai selimut bagi keluarga yang berasal dari golongan keluarga kaya,  dan itu jugalah apabila nanti setelah tua dan meninggal akan di saput (di selimutkan, dibentangkan kepada jasad) dengan ulos yang pakai Ragi di tambah Ulos lainnya yang di sebut Ragi Pakko  karena memang warnanya hitam seperti Pakko.
 14.   Ulos Tumtuman

Dipakai sebagai tali-tali yang bermotif dan di pakai oleh anak yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah anak pertama dari hasuhutan (tuan rumah).
15.   Ulos Tutur-Tutur.
Ulos ini dipakai sebagai tali-tali (ikat kepala) dan sebagai Hande-hande (selendang) yang diberikan oleh orang tua kepada anak-anaknya (keturunannya).
16. Ulos Ragidup
Ulos ini dapat dipakai untuk berbagai keperluan pada upacara duka cita maupun upacara suka cita. Pada jaman dahulu dipakai juga untuk “Mangupa Tondi” (mengukuhkan semangat) seorang anak yang baru lahir. Ulos ini juga dipakai oleh suhut si habolonan (tuan rumah). Ini yang membedakannya dengan suhut yang lain, yang dalam versi “Dalihan Na Tolu” disebut dongan Tubu.
17. Ulos Jugia
Ulos ini disebut juga “ulos naso rapipot atau pinunsaan”. Yang biasanya dipakai bapak-bapak. Jenis ulos ini menurut keyakinan Orang Batak tidak dapat dipakai oleh sembarangan orang, kecuali orang yang sudah Saurmatua yaitu semua anaknya laki-laki dan perempuan yang sudah kawin dan punya anak.
Sejarah Ulos Batak
Kain tenun ini merupakan pakaian khas suku Batak di Sumatera Utara, bentuknya menyerupai selendang dengan panjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter, kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm dan pembuatan Ulos dilakukan oleh kaum perempuan mereka menenun dari benang kapas atau rami.

Alat tenunnya antara lain :

** Tundalan (Pengikat Pinggang)

** Turak Baliga (Pemisah Benang)

** Langgiyang (Alat Penjaga Benang agar tidak kusut)

** Patubobohon (Alat untuk mengukur panjangnya kain tenunan)
Secara harfiah Ulos berarti selimut,budaya ini sama tuanya dengan kebudayaan Batak yang telah mengenal 3 konsep kehangatan yaitu:

** Matahari

** Api

** Ulos
Selain sebagai penghangat badan dikala dingin menerjang,ulos sering kali dianggap sebagai jimat, yang mana kain ini diyakini mempunyai kekuatan yang mampu melindungi raga, yang didalam adat Batak disebut dengan Tondi terhadap roh jahat.

Warna kain juga mempunyai arti tersendiri seperti:

** Putih

     Melambangkan Kesucian dan kejujuran

** Merah

     Melambangkan Kepahlawanan dan keberanian

** Kuning

     Melambangkan Kaya/kesuburan

** Hitam

     Melambangkan Duka
Untuk pemakaiannya kain ulos tidak dapat dikenakan dengan sembarangan, dimana pemakaiannya harus sesuai dengan acaranya diantaranya seperti pada acara:

** Perkawinan

     Menggunakan Ulos Ragi Idup yang bercorak Cerah

** Pemakaman

     Menggunakan Ulos Ragi Hotang yang bercorak Gelap
Orang Batak juga mengenal upacara Mangulosi ini merupakan ritual Pemberian Kehangatan dan Kasih Sayang penerimanya, dan umumnya pemberi ulos itu adalah:

** Orang tua kepada anak-anaknya

** Adik kepada kakaknya

** Hula-hula (keluarga laki-laki dari pihak perempuan) kepada Boru.